MANADO,khatulistiwaonline.com
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bertolak ke Manado, Sulawesi Utara, pagi ini. JK akan membuka Sidang Majelis Sinode ke-79.
Berdasarkan informasi dari Setwapres, Senin (19/3/2018), JK bertolak ke Manado pagi ini sekitar pukul 06.30 dari Bandara Halim Perdanakusuma. JK dan rombongan terbang menggunakan pesawat Kepresidenan BAe-RJ 85.
Sidang Majelis Sinode akan digelar di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Senin (19/3). Acara dimulai sekitar pukul 11.00 WITa.
JK dijadwalkan akan tiba di Manado sekitar pukul 10.40 WITa setelah menempuh perjalanan selama kita-kira 2,5 jam.
Setelah itu, JK akan melakukan peninjauaan PMI di Town Square sebelum kembali ke Jakarta pada hari yang sama. (ADI)
BONE,khatulistiwaonline.com
Beras sejahtera adalah bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan dasar dalam bentuk pangan yang di lakukan, oleh pemerintah pusat secara Nasional.
Bantuan sosial beras sejahtera ini, di harapkan dapat memenuhi sebagian dari kebutuhan pangan (KPM) sehingga bisa mengurangi pengeluaran dalam Pemenuhan kebutuhan pangan.
Adapun mekanisme pelaksanan bansos Rastra ini tidak mengalami banyak perubahan dengan subsidi beras sejahtera yang di laksanakan sampai dengan tahun 2017.
Kecuali dalam hal pertanggungjawaban penyaluran oleh karena itu, dukungan pemerintah daerah setempat sangat di harapkan, untuk mewujudkan hal tersebut di butuhkan tuntunan, atau panduan pada seluruh pihak baik pengelola , pelaksana , pengendali dan pemangku kepentingan lainnya.
Agar mulai dari perencanaan , pelaksanaan , penyaluran, pemanfaatan hingga pengendalian bisa di laksanakan secara terarah , terencana ,ternsparan dan dapat di pertanggung jawabkan.
Namun haharapan yang demikian itu, dinilai tidak terlaksanakan dengan baik, terutama di Desa tondong bua, Kec. Tellu limpoe Kab. Bone Sulsel.
Dari hasil kompirmasi LSM Grasi (Gerakan Rakyat anti korupsi ), Nurdin dari salah satu masyarakat penerima rastra (Muhlis Dg Marala) telah ditemukan beberapa indikasi penyimpangan penyaluran rastra.
Muhlis Dg Marala mengatakan, bahwa pembagian rastra tidak sesuai dengan petunjuk tehnis rastra yang disinyalir kuat, di lakukan oleh sekdes Desa Tondong bua, Muh Yusuf Dg magassing.
Kalau berdasarkan aturan juknis warga layak terima rastra wajib diberikan 10 liter per KK, maka Sekdes, Muh Yusuf, hanya memberikan jatah rastra yang berpariasi seperti ada yg d kasi 5 liter ada yg 7 liter dan ada yg brupa uang Rp 35000 per kartu rastra.
Namun di suruh tanda tangani 10 kg. ungkap Munghlis Dg Marala di hadapan LSM Grasi, Nurdin dengan harapan yang disamaikannya, agar segala bentuk kelicikan yang diduga sengaja diaksikan oleh Sekdes, segera diproses hukum.
Sekdes tellue limpoe, Muh Yusuf saat hubungi oleh Media ini melalui handphone selulernya dengan no: 085242869016″ enggan diangkat.
Ketua LSM Grasi, Nurdin apa yang di lakukan oleh sekdes Desa Tondong bua, itu diduga sengaja melabrak SK Mensos, tentang rastra.
Dimana penyaluran bansos Rastra dari TB Ke KPM di lakukan oleh pelaksana distribusi dengan menyerahkan bansos Rastra sejumlah 10 Kg setiap bulan.
Olehnya masyarakat Desa Tondong bua kecamatan tellu limpoe dan juga Nurdin sangat mengharapkan, agar aparat penegak hukum khususnya polres Bone, segera melakukan penyelidikan dan penyidikan ke Desa Tondong bua kecamatan tellu limpoe.
Memintai pertanggung jawaban kelakuan sekdes Tondong bua, Muh Yusuf Dg Magassing yang di duga melanggar SK Mensos ,tentang rastra dimakdsud. (ART/HMZ)
JENEPONTO,khatulistiwaonline.com
Kabag perlengkapan Pemkab Jeneponto Sul-sel, Syarifuddin S.sos MSI turun langsung ke jalan memantau perbaikan lampu jalan sewilayah kota Kab. Jeneponto.
Perbaikan lampu jalan khususnya dalam wilayah perkotaan Jeneponto, kini pihak perlegkapan giat turun lapangan atau ke jalan memantau yang macet atau memastikan lampu yang tidak menyala, tak lain adalah kesesuaian program.
“Saya turun langsung memantau perbaikan lampu jalan, tak lain adalah menyukseskan program pemerintah dalam kebersihan dan keindahan kota, bercahaya di malam hari”.
Hal itu diungkapkan oleh Kabag Perlengkapan, Syarifuddin saat dikonfirmasi oleh Media khatulistiwaonline, di batas kota Jeneponto jln. Lanto Dg Pasewang Paceko Kel. Balang Kec. Binamu Selasa, 27/2/2018.
Menurutnya, nampak bersih dan indahnya kota Jeneponto yang tetap bercahaya sinar lampu di malam hari, adalah selain suatu harapan pemerintah, juga bagian dambaan masyarakat luas. Tambahnya. (HZS)
MALANG,khatulistiwaonline.com
Kematian Kombes (purn) Agus Samad, sebelumnya disebut Somad, membawa kesedihan bagi orang yang mengenalnya. Alumni Akpol tahun 1970 ini dikenal baik dan memiliki jiwa sosial tinggi.
“Kami mengenalnya baik, beliau aktif di masyarakat maupun di masjid,” kata Syamsul Hadi (58), tetangga yang juga sahabat korban saat ditemui di kediamanan korban Perum Bukit Dieng MB9, Pisangcandi, Sukun, Kota Malang, Senin (26/2/2018).
Syamsul mengaku, terakhir kali bertemu korban pada libur perayaan imlek beberapa waktu lalu. Korban usai menunaikan salat Jumat, langsung bertandang ke rumahnya.
Syamsul dengan korban sudah mengenal lama. Pada 2001 lalu Syamsul menjabat Ketua RW setempat, sedangkan korban sebagai Ketua RT.
“Kami pernah sama-sama mengurusi masjid, dan saya RW, almarhum Ketua RT. Di rumah cukup lama kami ketemu meski almarhum tidak banyak bicara,” beber Syamsul.
Saat kejadian, kata dia, Suhartatik istri korban tengah berada di Pulau Bali. Pasutri ini memang memiliki rumah makan, dan istrinya mengganti adik kandung korban yang bertugas menjaga usaha itu.
“Istrinya ke Bali, gantikan jaga adik korban yang menunggu usaha rumah makan korban. Jika ditinggal, korban seorang diri, karena kedua anaknya sudah memiliki rumah sendiri,” beber Syamsul.
Syamsul juga mengungkapkan, saat pertemuan di rumahnya. Korban banyak mengucapkan permintaan maaf, hal serupa dilakukan kepada para teman yang dikenalnya di lingkungan sekitar.
“Minta maaf terus, bukan saja ke saya. Tetapi juga ke lainnya. Entah mengapa terus meminta maaf, saya juga tidak tahu,” terangnya.
Sebagai sahabat, Syamsul juga mengetahui jika korban memiliki penyakit. Yakni asam urat, ketika penyakit itu kambuh korban tidak bisa berjamaah ke masjid di komplek perumahan yang ditempati.
“Pokoknya kalau asam uratnya kambuh, tidak pergi ke masjid,” tandasnya.
Petakziah terus berdatangan ke rumah duka. Begitu dengan anggota kepolisian berbaju preman.
Nampak juga Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha terlihat sibuk mengamati pintu utama rumah berlantai dua itu. “Kami sedang cek kondisi pintu,” ucap Ambuka terpisah. (DON)
BREBES,khatulistiwaonline.com
Tim evakuasi gabungan hingga pagi ini masih melakukan pencarian terhadap korban longsor di Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Sejak pagi, baru ditemukan dua kaki korban yang diduga milik Casto, yang sudah dievakuasi pada Kamis (22/2).
“Sementara masih sama dengan kemarin. Baru 5 jenazah yang sudah dievakuasi. Ini masih terus melakukan pencarian,” ujar dr Nani Yulia, Kepala Urusan Kesehatan Polres Brebes, Jumat (23/2/2018).
Nani menjelaskan sepasang kaki dalam waktu yang hampir bersamaan ditemukan pagi ini di daerah aliran sungai Cipangurudan Pasirpanjang. Kedua kaki ini diduga milik Casto, korban yang ditemukan meninggal kemarin.
“Kemungkinan besar milik Casto, karena pada saat dievakuasi, jenazah Casto tidak lengkap, hanya badan dan kepala,” terangnya.
Kedua kaki ini ditemukan warga dalam kondisi terbenam dalam lumpur yang berjarak 2 km dari lokasi bencana. Sepasang kaki ini juga ditemukan di tempat terpisah.
Dengan begitu sebanyak 18 orang masih dilaporkan hilang. Sedangkan 5 orang sudah ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (22/2). Sebanyak 14 korban lainnya mengalami luka.(MUL)
JENEPONTO,khatulistiwaonline.com
Direktur PDAM Kab. Keneponto Sulawesi selatan, Burhan SE menyebutkan, bahwa salah satu paktor kehancuran PDAM ini, adalah juga adanya kurang lebih 300 pelanggan dianggap tidak terdaftar alias siluman.
Dari beberapa titik yang ditemukan adanya indikasi pelanggan PDAM yang dianggap siluman karena tidak tedaftar di PDAM, maka kami segera menelusuri, dan akan kami tidak segan segan melaporkan ke polisi.
“Sementara Kami dari pihak PDAM sedang menelusuri kebenaran itu dan sudah kuat indikasi adanya ditemukan kurang leih 300 pelanggan dianggap siluman dan akan Kami tetap melaporkan ke polres Jeneponto”. Ungkap Direktur, Burahan Kr. Langke kepada khatulistiwaonline Rabu, 21/2/2018.
Menurutnya, dia ditarik masuk kembali menjabat sebagai Direktur menggantikan Direktur lama, hanya karena dianggap mampu memperbaiki atau menormalisasikan PDAM kembali.
“Saya mau menjabat kembali bukan karena saya cari jabatan, tetapi melainkan hanya merasa menghormati Bupati dan memang saya sangat merasa kasihan kepada para masyarakat banyak, khususnya pelanggan PDAM”. Ucapnya.
Lanjut dikatakannya, bahwa terkait tunggakan PDAM saat dinahkhodai Direktur, Amri Kr. Liwang lalu, saya sudah menanggulangi kurang lebih 750 juta dan kini sudah mulai berjalan normal.
“Terkait tunggakan saya sudah bayarkan sebesar 750 juta dengan uang pribadi dan masuk daftar utang PDAM termasuk tunggakan Rekenin Listrik dan gaji pegawai serta yang lain lainnya”. Tutur. Direktur.
Diperkirakannya, PDAM Jeneponto ini akan kembali pulih normal, sekitar Bulan April 2018 mendatang. “Insha Allah PDAM ini saya sudah perkirakan normal pada bulan April tahun ini”. Tutupnya. (HZS)
JEPARA,khatulistiwaonline.com
Kelenteng Hok Tek Bio yang berada di Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara memiliki sumur tua. Sumur tersebut kerap diambil airnya untuk dijadikan perantara doa bagi masyarakat karena diyakini berkhasiat.
Sumur tua itu berada di bawah tempat penyimpanan arca Dewa Bumi di kelenteng Hok Tek Bio. Siapa saja dibolehkan mengambil air sumur dengan cuma-cuma setelah mendapat ijin dari pengelola kelenteng.
Ketua Yayasan Kelenteng Welahan, Sugandi menuturkan sumur itu sudah ada sebelum kelenteng berdiri. Airnya tidak pernah surut, dan bening hingga saat ini.
“Kelenteng di Welahan ada dua Hok Tek Bio dan Hian Thian Siang Tee. Keduanya tua karena memiliki dewa tua. Kalau di Hok Tek Bio ada sumur tua, yang lebih tua dari kelenteng,” ujarnya saat ditemui khatulistiwaonline di kelenteng tersebut, Selasa (13/2/2018)
Sumur itu, lanjut Sugandi, dikerap diambil airnya oleh warga untuk keperluan pengharapan. Seperti untuk usaha, pertanian hingga pengobatan.
“Saya tidak bilang untuk menyembuhkan, tapi airnya sering dijadikan doa supaya yang usaha laris, yang sakit bisa sembuh, yang bertani bisa subur. Ya diyakini memiliki khasiat,” paparnya.
Menurutnya, pengelola kelenteng masih merawat baik sumur tua itu. Di bawah altar arca dewa, bibir sumur dikeramik sejajar dengan lantai, dan ditutup rapi seperti jaring.
“Airnya masih bersih, bening dan tidak bau. Selain itu, tidak pernah surut,” tandasnya. (MUL)