JAKARTA, KHATULISTIWAONLINE.COM –
Dalam peninjauan ini, Irjen Agus didampingi Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Raharja Rivan A Purwantono, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso, Dir Ops PT Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, dan sejumlah PJU Korlantas Polri.
“Mohon doa restu, kami akan jalan ke Jawa Barat memastikan dan cek trouble spot, tentunya untuk mempersiapkan Operasi Ketupat supaya pada saat Operasi Ketupat nanti bisa berjalan dengan lancar, selamat dan tentunya para pemudik baik itu arus mudik dan arus balik semuanya selamat,” kata Irjen Agus.
“Semoga rangkaian kegiatan dan kesiapan Operasi Ketupat bisa berjalan dengan lancar dan tentunya aman, selamat, tertib dan lancar,” sambungnya.
Kakorlantas Polri bersama rombongan dijadwalkan menuju Pos Lantas Cileunyi. Di lokasi ini, Irjen Agus akan menerima pemaparan dari Kasat Lantas Polres Garut, Polres Tasikmalaya, Polresta Bandung hingga Polres Majalengka.
Para Kasat Lantas di wilayah hukum Polda Jawa Barat ini akan memaparkan upaya hingga strategi mereka dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2025. Operasi Ketupat 2025 diketahui akan dimulai pada 26 Maret hingga 8 April 2025 mendatang.
Setelahnya, Irjen Agus dan rombongan dijadwalkan meninjau Tol Fungsional Jasa Marga Japek Selatan. Lalu setelahnya menuju Polres Karawang dan menerima pemaparan serta tactical wall game (TWG) dari Dirlantas Polda Jabar dan Dirlantas Polda Metro Jaya.
Irjen Agus dan rombongan sebelumnya telah melakukan peninjauan kesiapan Operasi Ketupat 2025 di wilayah Jakarta, Lampung, Banten, Jawa Timur, hingga ke Jawa Tengah. Dalam peninjauan itu dilakukan pengecekan kondisi jalur serta titik-titik rawan kecelakaan dan kepadatan lalu lintas (trouble spot).
Dia mengatakan, Korlantas Polri telah memetakan empat klaster utama dalam pengelolaan arus mudik dan arus balik, yaitu jalur tol, jalur non-tol (jalan nasional, kabupaten, dan alternatif), jalur wisata, hingga pelabuhan dan penyebrangan.
Masing-masing klaster, lanjut Irjen Agus, memiliki tantangan tersendiri yang membutuhkan strategi pengaturan lalu lintas dan mitigasi berbeda demi memastikan kelancaran perjalanan masyarakat. (MAD)