BEKASI, KHATULISTIWAONLINE.COM –
Wakil Karang Taruna RW 06, Kranji, Dimas Galih, menuturkan duduk perkara pelaporan berawal dari adanya dugaan ancaman dengan kekerasan oleh oknum ormas kepada Karang Taruna. Karang Taruna awalnya akan melakukan program kerja (proker) untuk mengadakan uang kebersihan dan keamanan kepada pedagang kaki lima (PKL) yang ada di wilayah tersebut.
“Kami baru mengerjakan proker kami terkait UMKM, lalu tiba-tiba ormas ini merasa keberatan. Karena diduga kami merebut lahan mereka. Kami hanya baru wacana, kami baru sosialisasi kepada PKL Senin itu, tanggal 16,” tutur Galih.
Setelah mensosialisasikan proker kepada UMKM pada pagi hari, siangnya, kata Galih, ormas tersebut menggeruduk rumah Ketua Karang Taruna. Saat itu, menurut Galih, ormas membawa banyak anggota.
“Kami kumpulkan ke kantor RW, kami undang baru wacana, tiba-tiba siang beberapa anggota ormas geruduk ketua karang taruna kami. Jumlah mereka banyak pas mau datangi karang taruna kami,” ucapnya.
Masih pada hari yang sama, pihak ormas mengajak audiensi dengan Karang Taruna mengenai wacana tersebut. Awalnya pihak ormas mengajak audiensi di sekretariat ormas tersebut, namun akhirnya audiensi berlangsung di kantor RW.
Saat di kantor RW itulah, kata Galih, dugaan ancaman dari ketua ormas berinisial D terlontar. Ormas tersebut mengatakan akan membuat rusuh di wilayah perumahan tersebut.
“Saat dialog, di situlah diduga, terlontar kata-kata intervensi dan ancaman, kira-kira seperti ini, ‘Saya bisa saja membuat kerusuhan di lingkungan sini, cuma saya tidak mau, karena saya warga sini juga. Kalau di luar, saya gampang, sebentar saja saya kerahkan 1.000 anggota saya dan saya persenjatai sajam’ itu ungkapan dia,” tutur Galih.(DAB)
Ormas di Bekasi Meresahkan, Karang Taruna Lapor Polisi
