JAKARTA, KHATULISTIWAONLINE.COM –
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Kementerian BUMN siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan kebijakan pro rakyat dalam menghadapi masa mudik Lebaran 2025. Kebijakan ini dilakukan agar masyarakat merasa aman, nyaman dalam menjalani ibadah Ramadan serta memberikan kemudahan dalam perjalanan bertemu dengan keluarga di kampung halaman.
“Mudik Bersama BUMN telah menjadi agenda rutin BUMN, hal ini sebagai wujud komitmen BUMN untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sesuai dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto agar kita terus memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (3/3/2025).
Erick mengatakan, pemudik akan terbagi terbagi ke dalam tiga moda transportasi yaitu 1.360 unit bus dengan kapasitas 67.000 pemudik, 90 rangkaian kereta dengan kapasitas 28.000 pemudik, 26 kapal laut dengan kapasitas 5.000 pemudik dengan tujuan lebih dari 200 kota/kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Program Mudik Gratis BUMN 2025 mencakup lebih dari 200 kota tujuan di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Untuk pendaftaran program ini dimulai dari 3 Maret sampai 17 Maret 2025, atau sampai dengan maksimal kuota tercapai.
Mudik Bersama gratis dijadwalkan berangkat sesuai dengan jenis moda transportasi, yaitu bus 27 Maret 2025, kereta 25, 26, 27, 28 Maret 2025, dan kapal laut 28 Maret 2025.
Di kesempatan terpisah, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata, menyampaikan Program Mudik Gratis BUMN 2025 mencakup lebih dari 200 kota tujuan di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Papua. Pemerintah dan BUMN berharap program ini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta memberikan pengalaman mudik yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja yang juga sebagai Ketua Koordinator Mudik Gratis BUMN 2025, Rivan A. Purwantono, menekankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memastikan seluruh armada yang digunakan telah lulus uji kelayakan dan pengemudi memiliki lisensi yang valid, sebagai bagian dari mitigasi risiko yang disiapkan. (MAD)