JAKARTA,KHATULISTIWAONLINE.COM
Pasca-kasus penembakan di ruang anggota DPR, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR mengkaji perlukah gedung DPR dilapisi antipeluru. Bamsoet mengatakan sudah tiga kali kejadian peluru nyasar di DPR. Seberapa perlu urgensi pemasangan kaca antipeluru?
Guru Besar Manajemen Konstruksi Universitas Pelita Harapan (UPH), Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak mengatakan, setiap bangunan, khususnya gedung pemerintahan, harus memenuhi aspek keamanan.
“Secara khusus saya pikir hal keamanan bangunan gedung perlu mendapat perhatian. Itu ada peraturannya di Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan dan Gedung. Fokus gedung DPR di Jakarta jadi Perda DKI Jakarta tentang bangunan gedung perlu memperhatikan aspek keamanan bangunan gedung pemerintah,” ujar Manlian, Senin (15/10/2018).
Terkait kaca antipeluru di gedung DPR, Manlian menjelaskan hal tersebut memang perlu dipertimbangkan. Apalagi melihat fungsi gedung DPR sebagai salah satu gedung pemerintah.
Selain kaca antipeluru, Manlian menambahkan, perlu juga dikaji terkait penataan arsitektur bangunan yang ada di sekitar DPR. Termasuk salah satunya lokasi latihan tembak Perbakin.
“Kita perlu perhatikan dulu memang untuk lokasi latihan direncanakan dari awal tidak mengarah pada gedung sekitarnya. Yang salah bukan gedungnya. Bisa jadi yang salah penempatan latihan tembaknya. Dicek dulu pelurunya dari mana. Sengaja atau dampak dari latihan,” kata Manlian.
“Saya pikir perlu diperhatikan, keamanan gedung perlu saya imbau bagaimana penataan tata ruang, gedung DPR harusnya steril, jangan terlalu berdekatan dengan gedung lainnya karena itu gedung aspirasi masyarakat. Yang pasti banyak kerumunan, banyak keramaian. Kalau kita lihat lokasi gedung DPR MPR sekarang ini kan terlalu padat jadi kalau ada aspirasi besar membuat macet,” lanjutnya.
Soal peluru nyasar ini, Bamsoet mengatakan sudah terjadi tiga kali di DPR. Sebab itu, Bamsoet meminta Badan Urusan Rumah Tangga DPR mengkaji perlukah gedung DPR dilapisi antipeluru.
“Saya tidak bisa membayangkan kalau tadi yang memakai jilbab staf dari saudara Bambang Heri yang hari ini dia sedang melaksanakan umrah, menunduk sedikit itu pasti kena kepalanya. Saya juga tidak bisa membayangkan tamu dari Bapak Wenny Warouw kalau menunduk sedikit pasti kena juga kepalanya,” kata Bamsoet dalam jumpa pers di gedung DPR RI, Senin (15/10/2018).
“Ini adalah peristiwa yang bukan satu dua kali. Sudah tiga kali peluru nyasar ke gedung kita,” lanjutnya.
Bamsoet pun punya permintaan kepada pengelola lapangan tembak dan Badan Rumah Tangga DPR. Dia tidak ingin peluru nyasar ini terulang lagi.(D)