JAKARTA,KHATULISTIWAONLINE.COM – Prajurit TNI, Serma Rama Wahyudi, gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kongo. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan jenazah akan diautopsi terlebih dahulu sebelum dipulangkan ke tanah air.
“Jenazah Setma Rama direncanakan akan terlebih dahulu di autopsi dan akan dilakukan di Uganda,” kata Plt Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah kepada wartawan, Rabu (26/6/2020).
Faizasyah mengatakan proses pemulangan akan dikoordinasikan oleh KBRI di Nairobi. Mengingat saat ini kondisi di Kongo masih lockdown.
“Rencana repatriasi jenazah akan dikoordinasikan melalui KBRI Nairobi. Sebagai catatan saat ini kondisi lockdown diterapkan di DRC dan Uganda,” ujarnya.
Kemenlu mencatat total ada 1.044 prajurit Indonesia yang dikirim ke Misi Perdamaian PBB di Kongo. Sebanyak 50 di antaranya merupakan perempuan.
“Saat ini tercatat 1,044 peacekeepers Indonesia di MUNOSCO (1,024 troops dan 43 diantaranya wanita), 8 expert on mission, 7 polisi (4 Polwan) dan 5 staff officer (3 wanita),” terang Faizasyah.
Sebelumnya, Kemlu menyatakan dua orang prajurit TNI menjadi korban dalam penyerangan patroli misi perdamaian PBB di Kongo. Satu orang prajurit TNI dinyatakan gugur dan satu lainnya terluka.
“Berdasarkan laporan yang diterima dari MONUSCO, sejauh ini terdapat 2 korban personel Indonesia dari pertempuran bersenjata di wilayah Kongo tersebut. Serma Rama Wahyudi, dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya. Prt M Syafii Makbul, masih dalam perawatan intensif,” demikian bunyi pernyataan dari Kemlu yang dilihat di laman resmi Kemlu, Rabu (24/6/2020).Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa angkat bicara mengenai prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo. Andika mengatakan pihaknya akan menunggu kronologi gugurnya prajurit itu dan melakukan evaluasi mengenai kesiapan personel misi perdamaian.
“Itu adalah operasi di-handle Mabes TNI, tapi memang prajurit-prajurit kami, yang jelas kami akan mengevaluasi, dan kami ingin mendapat kronologi yang sebenarnya, sehingga kita bisa evaluasi apa yang sebenarnya yang terjadi sehingga walaupun kami hanya menyiapkan personel tapi penugasan semuanya dari Mabes TNI, kita bisa menyiapkan mereka (prajurit) lebih siap,” kata Andika di Mabes AD, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020).
Pemulangan jenazah prajurit TNI yang gugur itu, kata Andika, akan diurus oleh Mabes TNI. Sebab, para prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian itu diberangkatkan oleh Mabes TNI.
“Kalau pengurusan jelas dari Mabes TNI, karena memang operasi mereka yang menggelar mereka yang merencanakan, kemudian menyiapkan, menganggarkan mereka kami tetapi juga proaktif artinya kita sudah berhubungan dengan keluarga dengan satuannya,” jelasnya.(DON)