JAKARTA, KHATULISTIWAONLINE.COM
Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) mengkritik keras faham yang disebarkan oleh Ponpes Al-Zaytun dan plmpinannya Panji Gumilang.
“Ajaran nyleneh Panji Gumilang yang mencampurkan jamaah lelaki dan perempuan yang menurutnya mengikuti mahzab Soekarno, sudah masuk kategori ajaran sesat yang tidak sesuai Al-Quran dan hadist.
Soekarno tidak pernah mengeluarkan mahzab sholat seperti yang disampaikan Panji Gumilang. Bahwa Soekarno yang menjujung tinggi Persamaan Hak, Nasionalisme, Demokrasi dan Kebangsaan tidak dalam pemahaman beragama yang memang sudah ada mahzab-nya sendiri.
Jangan sampai pengaruh faham dari Al Zaytun menyebar karena dianggap biasa dan tidak ada tanggapan dari Alim ulama,” tegas Gus Wal dalam rilis yang diterima Khatulistiwa online, Kamis malam (11/5/2023).
Praktik ibadah menurut Gus Wal, harus diluruskan sesuai dengan 4 Mazhab yang benar bukan Mazhab Soekarno seperti klaim Panji Gumilang. Oleh Panji Gumilang pemahaman tentang dicampur adukkan seolah aturan sholat itu dari Soekarno dan dia hanya mengikutinya.
Ada upaya Panji Gumilang mengadu domba para pendukung Soekarno dengan umat Islam” jelas Gus Wal .
Gus Wal juga menyoroti video Panji Gumilang dalam sebuah acara di pondok Al-Zaytun yang mengajak hadirin dan santrinya untuk mengucapkan salam “Havenu Shalom Aleichem” yang merupakan lagu kebangsaan salam Yahudi.
“Ini kelakuan pendiri pesantren yang lebih sesat lagi. Lagu dan salam tradisi orang Yahudi ya untuk orang Yahudi. Kenapa harus orang Indonesia diminta ikut menyanyikannya? Upaya memecah belah umat terlihat dari faham yang dianut Panji Gumilang. Jika di acara umum saja dia berani menyampaikannya apalagi kepada ratusan santri yang diasuhnya. Para santri nantinya akan lulus Pesantren Al-Zaytun dengan pemahaman sesat juga,” ucap Gus Wal yang selama ini dikenal sebagai sosok yang paling keras menyuarakan penolakan ajaran Wahabi, intoleransi, khilafah dan radikalisme.
Saat awak media menanyakan perihal kabar kedekatan Pesantren Al-Zaytun dengan organisasi NII/KW-9, Gus Wal menyampaikan pernyataan yang cukup mengejutkan.
“Banyak para pengikut NII menyekolahkan anaknya di Pondok Al-Zaytun. Meskipun itu adalah hak orang tua menitipkan anaknya ke sekolah khusus manapun, tetapi yang mesti dilihat latar belakangnya. Anak keturunan kelompok NII sudah punya faham sendiri tentang agama dan bernegara. Masuk ke Pondok Al-Zaytun ya klop dan cocok lah. Dapat materi ajaran kontroversial pada gilirannya akan mencetak sosok kontroversial juga nantinya” ungkap Gus Wal.
Dari kontroversi Panji Gumilang, PNIB berharap pemerintah bisa mengkaji kembali ijin Pesantren Al-Zaytun.
“Ajaran sarapatigenah Panji Gumilang sudah pada tahap meresahkan umat. Tidak menutup kemungkinan bibit-bibit intoleransi, radikalisme, NII dan paham khilafah disemaikan di tempat itu. Pemerintah dan aparat penegak hukum sudah waktunya turun tangan sebelum terlambat. Usut Panji Gumilang yang sudah menyebarkan paham sesat yang memecah belah umat Islam dan kebangsaan” kata Gus Wal. (JRS)