MANUNGGUL BARU, KHATULISTIWAONLINE
Masyarakat Desa Manunggul Baru, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan mengeluhkan minimnya sarana pendidikan di wilayah mereka.
Tawan, salah seorang pemuda Desa Manunggul Baru kepada Khatulistiwa online, Selasa (16/4/2024), akibat minimnya sarana pendidikan di desa mereka, anak -anak yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan SMA harus ke Sungai Durian yang merupakan ibukota kecamatan dan jarak tempuh cukup jauh.
“Karena di Desa Manunggul Baru hanya ada sekolah dasar (SD), untuk mendapatkan ke jenjang SMP dan SMA para orang tua dan anaknya harus berjuang keras. Jarak yang harus ditempuh dari Desa Manunggul Baru ke Sungai Durian sekitar 50 km,” katanya.
Jembatan gantung penghubung ke sungai durian
Masih menurut Tawan, untuk sampai ke Sungai Durian ada jalan pintas, hanya saja harus melewati jalan milik perusahaan perkebunan dan melewati jembatan gantung yang dinilai cukup beresiko.
“Tidak semua warga Desa Manunggul Baru yang memiliki saudara atau famili di Sungai Durian untuk tempat kost, dan bagi warga yang tidak memiliki saudara, tidak sedikit anak yang terpaksa putus sekolah,” ujar Tawan.
Melihat kenyataan seperti itu, Tawan yang juga Ketua Serikat Pekerja Mandiri (SPM) itu berharap adanya perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan maupun pemerintah pusat untuk menyediakan sarana pendidikan tingkat SMA dan SMA di Desa Manunggul Baru. (ONE)
Fasilitas Pendidikan Minim, Masyarakat Desa Manunggul Baru Berharap Perhatian Pemerintah

Tawan