KABUPATEN SAROLANGUN, KHATULISTIWAONLINE.COM
Tanpa dapat dipungkiri, dukungan masyarakat terhadap Tim 11 Pahlawan Lingkungan Tanah Batak yang tengah melakukan aksi jalan kaki dari Toba ke Jakarta untuk meminta pemerintah menutup PT.Toba Pulp Lestari (TPL) di Porsea, sungguh luar biasa.
Hal itu ditandai, dimana setiap Togu Simorangkir, Irwan Sirait, Anita Martha Hutagalung dan anggota tim lainnya melintas di salah satu daerah selalu disambut dengan baik bahkan diberi tumpangan jika malam hari serta disuguhi makanan.
Melalui pesan WhatsApp yang diterima Khatulistiwaonline hari ini, Kamis (8/7/2021) dari Jevri Manik selaku Ketua Tim 11 disebutkan, setelah menginap di rumah Keluarga Tagor Pakpahan/br Marbun di Singkut, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
“Setelah sarapan dan foto bersama dengan keluarga Pak Tagor Pakpahan, kami melanjutkan perjalanan. Ini merupakan hari ke dua puluh lima,” ujar Jevri Manik.
Rupanya, aksi jalan kaki Togu Simorangkir dan teman sudah tersebar di wilayah Sarolangun. Buktinya, baru berjalan 1 Km dari Singkut, seseorang yang diketahui bermarga Marbun menghampiri Tim 11 dan menyerahkan obat gosok.

Togu Simorangkir selaku penggagas aksi jalan kaki dari Toba ke Jakarta untuk meminta pemerintah menutup PT.TPL atau dulunya bernama PT. Inti Indorayon Utama (IIU) milik konglomerat Sukanto Tanoto yang beroperasi di wilayah Porsea itu adalah peraih gelar Master Of Science Bidang Primate Conversation dari Oxford Brookes University Inggris.
Togu Simorangkir yang masih berdarah biru karena merupakan cicit Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII bersama aktivis lingkungan lainnya memulai perjalanan dari makam Pahlawan Nasional Sisingamangaraja, Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, pada Senin (14/6/2021).
Aksi tersebut sebagai bentuk protes masyarakat atas keberadaan PT.TPL yang selama ini diduga telah merusak hutan di kawasan Tapanuli dan kerap bentrok dengan masyarakat adat.
Nantinya, setibanya di Jakarta setelah melakukan perjalanan sepanjang 1.750 Km dari Lintas Barat Sumatera itu, mereka akan menemui Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan berbagai pelanggaran yang dilakukan PT.TPL, dan meminta pemerintah mencabut izin konsesi pabrik bubur kertas tersebut.(NGO)