JAKARTA, KHATULISTIWAONLINE.COM –
“Belanja negara tahun depan di desain pada kisaran 14,09% hingga 14,71% dari PDB. Itu artinya belanja negara pada kisaran antara Rp 2.818,1 triliun hingga Rp 2.979,3 triliun,” katanya disiarkan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (14/4/2022).
Belanja negara tersebut terdiri dari belanja pusat antara Rp 2.017 triliun hingga Rp 2.152 triliun, dan transfer ke daerah yang akan berkisar antara Rp 800 triliun hingga Rp 826 triliun.
Kemudian kisaran pendapatan negara pada tahun depan diperkirakan mencapai 11,28% hingga 11,76% dari PDB, berarti pada kisaran antara Rp 2.255,5 triliun hingga Rp 2.382,6 triliun.
“Dengan belanja tersebut dan penerimaan yang tadi telah disampaikan, defisit APBN tahun depan akan dirancang pada kisaran Rp 562,6 triliun hingga Rp 596,7 triliun atau ini berarti 2,81% hingga 2,95% dari PDB,” jelasnya.
Jadi, lanjut Sri Mulyani, artinya pemerintah akan melaksanakan Undang-undang 2 Tahun 2020, yang mana defisit APBN tahun 2023 akan kembali di bawah 3%.
“Namun pada saat yang sama akan tetap mendukung pemulihan ekonomi dan juga untuk terus mendukung program-program pembangunan nasional,” tambahnya.(DON)
Belanja Negara Nyaris Rp 3.000 T di 2023

ilustrasi